About Me

Jumat, 22 Mei 2009

READ MORE -

Genetika (dari bahasa Yunani γέννω atau genno yang berarti "melahirkan") merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu tentang gen. Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi (lihat entri biologi). Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan

Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya kajian genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. Orang juga sudah mengenal efek persilangan dan perkawinan sekerabathereditas. serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit pada keluarga, misalnya, sudah dikaji orang sebelum itu. Kala itu, kajian semacam ini disebut "ilmu pewarisan" atau

Awal mula

Sejumlah percobaan terdokumentasi yang terkait dengan genetika telah banyak dilakukan pada masa sebelum Mendel, yang kelak banyak membantu memberikan bukti bagi teori Mendel. Percobaan-percobaan itu misalnya adalah sebagai berikut.

  • Pembuatan Raphanobrassica melalui persilangan lobak dan kubis pada abad ke-17 oleh Köhlreuter, seorang pemulia sayuran berkebangsaan Jerman, untuk menghasilkan tanaman yang menghasilkan umbi dan krop kubis sekaligus, meskipun tidak berhasil.
  • Penemuan dan penjelasan tentang pembuahan berganda pada tumbuhan berbunga (Magnoliophyta) oleh E. Strassburger (1878) dan S. Nawaschin (1898);
  • Percobaan terhadap ribuan persilangan oleh Charles Darwin pada abad ke-19 yang hasilnya diterbitkan pada 1896 dengan judul The variation of animals and plants under domestication) dan berhasil mengidentifikasi adanya penurunan penampilan pada generasi hasil perkawinan sekerabat (depresi inbred) dan penguatan penampilan pada hasil persilangan antarinbred (heterosis) meskipun dia tidak bisa memberikan penjelasan;
  • Usaha menjelaskan kemiripan antara orang tua dan anak oleh Karl Pearson melalui metode regresi (yang malah menjadi dasar dari banyak teknik statistika modern).

Pada masa pra-Mendel, orang belum mengenal gen dan kromosom (meskipun DNA sudah diekstraksi namun pada abad ke-19 belum diketahui fungsinya). Saat itu orang masih beranggapan bahwa sifat diwariskan lewat sperma (tetua betina tidak menyumbang apa pun terhadap sifat anaknya).

Peletakan dasar ilmiah melalui percobaan sistematik baru dilakukan pada paruh akhir abad ke-19 oleh Gregor Johann Mendel. Ia adalah seorang biarawan dari Brno (Brünn dalam bahasa Jerman), Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang bagian dari Republik Ceko). Mendel disepakati umum sebagai 'pendiri genetika' setelah karyanya "Versuche über Pflanzenhybriden" atau Percobaan mengenai Persilangan Tanaman (dipublikasi cetak pada tahun 1866) ditemukan kembali secara terpisah oleh Hugo de Vries, Carl Correns, dan Erich von Tschermak pada tahun 1900. Dalam karyanya itu, Mendel pertama kali menemukan bahwa pewarisan sifat pada tanaman (ia menggunakan tujuh sifat pada tanaman kapri, Pisum sativum) mengikuti sejumlah nisbah matematika yang sederhana. Yang lebih penting, ia dapat menjelaskan bagaimana nisbah-nisbah ini terjadi, melalui apa yang dikenal sebagai 'Hukum Pewarisan Mendel'.

[sunting] Konsep dasar

Dari karya ini, orang mulai mengenal konsep gen (Mendel menyebutnya 'faktor'). Gen adalah pembawa sifat. Alel adalah ekspresi alternatif dari gen dalam kaitan dengan suatu sifat. Setiap individu disomik selalu memiliki sepasang alel, yang berkaitan dengan suatu sifat yang khas, masing-masing berasal dari tetuanya. Status dari pasangan alel ini dinamakan genotipe. Apabila suatu individu memiliki pasangan alel sama, genotipe individu itu bergenotipe homozigot, apabila pasangannya berbeda, genotipe individu yang bersangkutan dalam keadaan heterozigot. Genotipe terkait dengan sifat yang teramati. Sifat yang terkait dengan suatu genotipe disebut fenotipe.

[sunting] Kronologi perkembangan genetika

Setelah penemuan ulang karya Mendel, genetika berkembang sangat pesat. Perkembangan genetika sering kali menjadi contoh klasik mengenai penggunaan metode ilmiah dalam ilmu pengetahuan atau sains.

Berikut adalah tahapan-tahapan perkembangan genetika:

1859 Charles Darwin menerbitkan The Origin of Species, sebagai dasar variasi genetik.;
1865 Gregor Mendel menyerahkan naskah Percobaan mengenai Persilangan Tanaman;
1878 E. Strassburger memberikan penjelasan mengenai pembuahan berganda;
1900 Penemuan kembali hasil karya Mendel secara terpisah oleh Hugo de Vries (Belgia), Carl Correns (Jerman), dan Erich von Tschermak (Austro-Hungaria) ==> awal genetika klasik;
1903 Kromosom diketahui menjadi unit pewarisan genetik;
1905 Pakar biologi Inggris William Bateson mengkoinekan istilah 'genetika';
1908 dan 1909 Peletakan dasar teori genetika populasi oleh Weinberg (dokter dari Jerman) dan secara terpisah oleh James W. Hardy (ahli matematika Inggris) ==> awal genetika populasi;
1910 Thomas Hunt Morgan menunjukkan bahwa gen-gen berada pada kromosom, menggunakan lalat buah (Drosophila melanogaster) ==> awal sitogenetika;
1913 Alfred Sturtevant membuat peta genetik pertama dari suatu kromosom;
1918 Ronald Fisher (ahli biostatistika dari Inggris) menerbitkan On the correlation between relatives on the supposition of Mendelian inheritance (secara bebas berarti "Keterkaitan antarkerabat berdasarkan pewarisan Mendel"), yang mengakhiri perseteruan antara teori biometri (Pearson dkk.) dan teori Mendel sekaligus mengawali sintesis keduanya ==> awal genetika kuantitatif;
1927 Perubahan fisik pada gen disebut mutasi;
1928 Frederick Griffith menemukan suatu molekul pembawa sifat yang dapat dipindahkan antarbakteri (konjugasi);
1931 Pindah silang menyebabkan terjadinya rekombinasi;
1941 Edward Lawrie Tatum and George Wells Beadle menunjukkan bahwa gen-gen menyandi protein, ==> awal dogma pokok genetika;
1944 Oswald Theodore Avery, Colin McLeod and Maclyn McCarty mengisolasi DNAprinsip transformasi); sebagai bahan genetik (mereka menyebutnya
1950 Erwin Chargaff menunjukkan adanya aturan umum yang berlaku untuk empat nukleotida pada asam nukleat, misalnya adenin cenderung sama banyak dengan timin;
1950 Barbara McClintock menemukan transposon pada jagung;
1952 Hershey dan Chase membuktikan kalau informasi genetik bakteriofag (dan semua organisme lain) adalah DNA;
1953 Teka-teki struktur DNA dijawab oleh James D. Watson dan Francis Crick berupa pilin ganda (double helix), berdasarkan gambar-gambar difraksi sinar X DNA dari Rosalind Franklin ==> awal genetika molekular;
1956 Jo Hin Tjio dan Albert Levan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 46;
1958 Eksperimen Meselson-Stahl menunjukkan bahwa DNA digandakan (direplikasi) secara semikonservatif;
1961 Kode genetik tersusun secara triplet;
1964 Howard Temin menunjukkan dengan virusRNA bahwa dogma pokok dari tidak selalu berlaku;
1970 Enzim restriksi ditemukan pada bakteri Haemophilus influenzae, memungkinan dilakukannya pemotongan dan penyambungan DNA oleh peneliti (lihat juga RFLP) ==> awal bioteknologi modern;
1977 Sekuensing DNA pertama kali oleh Fred Sanger, Walter Gilbert, dan Allan MaxamgenomBacteriofag Φ-X174;, suatu virus ==> awal genomika; yang bekerja secara terpisah. Tim Sanger berhasil melakukan sekuensing seluruh
1983 Perbanyakan (amplifikasi) DNA dapat dilakukan dengan mudah setelah Kary Banks Mullis menemukan Reaksi Berantai Polymerase (PCR);
1985 Alec Jeffreys menemukan teknik sidik jari genetik.
1989 Sekuensing pertama kali terhadap gen manusia pengkode protein CFTR penyebab cystic fibrosis;
1989 Peletakan landasan statistika yang kuat bagi analisis lokus sifat kuantitatif (analisis QTL) ;
1995 Sekuensing genom Haemophilus influenzae, yang menjadi sekuensing genom pertama terhadap organisme yang hidup bebas;
1996 Sekuensing pertama terhadap eukariota: khamir Saccharomyces cerevisiae;
1998 Hasil sekuensing pertama terhadap eukariota multiselular, nematoda Caenorhabditis elegans, diumumkan;
2001 Draf awal urutan genom manusia dirilis bersamaan dengan mulainya Human Genome Project;
2003 Proyek Genom Manusia (Human Genome Project) menyelesaikan 99% pekerjaannya pada tanggal (14 April) dengan akurasi 99.99% [1]
READ MORE -

Sabtu, 25 April 2009

Power Supply Unit

§ Pengertian PSU

PSU adalah suatu alat yang digunakan untuk menyuplai tenaga pada seluruh komponen PC. Pada dasarnya power supply termasuk dari bagian power conversion. Power conversion sendiri terdiri dari tiga macam: AC/DC Power Supply, DC/DC Converter, dan DC/AC Inverter. Power supply untuk PC sering juga disebut sebagai PSU (power supply unit). PSU termasuk power conversion AC/DC. Fungsi utamanya mengubah listrik arus bolak-balik (AC) yang tersedia dari sumber lisrik menjadi arus listrik searah (DC) yang di butuhkan oleh komponen PC Rectification: konversi input listrik AC menjadi DC.

§ Berikut ini merupakan fungsi-fungsi dari PSU :

1. Voltage Transformation: memberikan keluaran tegangan/voltage DC yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

2. Filtering: menghasilkan arus listrik DC yang lebih “bersih”, bebas dari ripple ataupun noise listrik yang lain.

3. Regulation: mengendalikan tegangan keluaran agar tetap terjaga, tergantung pada tingkatan yang diinginkan, beban daya, dan perubahan kenaikan temperature kerja juga toleransi perubahan tegangan daya input.

4. Isolation: memisahkan secara elektrik output yang dihasilkan dari sumber input.

5. Protection: mencegah lonjakan tegangan listrik (jika terjadi), sehingga tidak terjadi pada output, biasanya dengan tersedianya sekering untuk auto shutdown jika hal ini terjadi.

§ Cara Kerja PSU

Untuk konversi dari listrik AC ke DC, ada dua metode yang mungkin digunakan. Pertama dengan linear power supply. Ini adalah rangkaian AC ke DC yang sangat sederhana. Setelah listrik AC dari line input di-stepdown oleh transformer, kemudian dijadikan DC secara sederhana dengan rangkaian empat diode penyearah. Komponen tambahan lain adalah kapasitor untuk meratakan tegangan.
Tambahan komponen yang mungkin disertakan adalah linear regulation, yang bertugas menjaga tegangan sesuai yang diinginkan, meski daya output yang dibutuhkan bertambah.

Linear power supply dapat Anda temukan pada DC power adapter sederhana. Ia memungkinkan untuk diproduksi dengan ongkos yang minimum. Kelemahan utamanya pada tingkat power conversion dengan efisiensi yang rendah. Berikutnya adalah dibutuhkannya ukuran transformer yang besar, untuk daya ampere yang besar. Tingkat efisiensi konversi yang rendah (sekitar 50%), juga menyebabkannya mengeluarkan panas yang besar saat beroperasi.

§ Switching Power Supply

Power supply untuk PC membutuhkan daya yang besar, dengan panas yang minim dan tegangan yang lebih terjaga. Linier powr supply tidak cocok untuk hal ini. Maka digunakan metode switching power supply. Jauh lebih kompleks, tapi menawarkan tingkat efisiensi dan daya yang lebih besar. Kelebihan utama pada kemampuan mengendalikan tegangan output agar tetap terjaga. Pulse Width Modulation (PWM) adalah sinyal utama yang memberikan perintah untuk mengendalikan tegangan sekitarnya, sehingga terjadi perubahan output. Ia dapat bekerja dalam selang waktu singkat, hanya dalam microsecond. Secara sederhana, apa yang terjadi pada power supply adalah sebagai beriikut. Input listrik AC 220V via rectifier (diubah ke DC), filter (membersihkan dari noise sumber listrik AC). Dimungkinkan juga ditambah dengan rangkaian PFC (Power Factor Correction). Sejumlah kapasitor berkapasitas besar juga digunakan untuk lebih meratakan tegangan.

Rangakaian kapasitor ini juga dihubungkan dengan field-effect transitor (MOSFET) terhubung secara serial dengan sisi input transformer berfungsi sebagai on-switch. Ia akan mengomunikasikan (feedback) sekiranya terjadi perubahan daya yang dibutuhkan, berupa sinyal PWM. Contohnya adalah sebagai berikut, sewaktu jalur 12V DC membutuhkan arus daya 6A saat PC dengan load normal. Saat bekerja full load meningkat hingga 8A ini akan menyebabkan tegangan output power supply turun. Feed back dikirim ke sirkuit PWM dengan adanya perubahan tegangan tersebut, yang akan membuat MOAFET berubah state menjadi on, dan menyampaikan pada sisi input transformer . Hasil akhirnya, dalam waktu singkat tegangan output akan menjadi normal kembali (DC 12V).

Switching power supply memiliki frekuensi antara 30 kHz – 50 kHz (bahkan lebih tinggi lagi). Selang waktu untuk mengembalikan ke tegangan yang diinginkan tidak akan lebih dari 33 microsecond. Sedangakan dengan linier power supply menggunakan frekuensi yang sama dari line input (50 Hz untuk Indonesia ).

§ Rails Dan Ratings

Berbagai tegangan output dari PSU sering disebut sebagai "rails". Ketiga kekuatan utama untuk rails PSU modern adalah 3,3 V, 5 V dan 12 V, di antara mereka, akan mencapai hampir semua kuasanya kapasitas. Nilai tertinggi berikutnya rel akan menjadi 5 VSB (siaga), yang tetap powered, sampai kapanpun PSU Induk memiliki daya apa yang memungkinkan komputer anda mampu dalam kegiatan tanggapan ke LAN atau jarak tekan. +5VSB hanya akan mencapai beberapa persen dari total nilai.

Karena hampir setiap PSU menciptakan 3.3V output-nya oleh peraturan bawah rel-nya 5V, 3.3V dan 5V biasanya dipakai bersama-sama memiliki nilai. 3.3V dapat memiliki rating 26 amp dengan sendirinya, dikatakan (85,8 watt, karena listrik DC, watt persis dengan volts times amps), dan 5V Mei memiliki rating 28 amp (140 watt), tetapi keduanya sama baik, yaitu untuk 200 watt. Anda hanya dapat mengambil 3.3V ke rel maksimal, jika anda meminta 22,8 amps, atau kurang, dari 5V.

Karena semua kuasa rails terpenuhi, akhirnya dari satu transformator, ada juga sebuah kekuatan untuk agregat maksimum 3,3, 5 dan menggabungkann semuanya menjadi 12V. Dari contoh di atas, 12V akan bagus dengan sendirinya untuk 30A (360 watt), tetapi semua rails bersama tiga daya hanya dapat mencapai nilai 450 watt.

Kenyataannya PSU jarang sekali diperhatikan. Jika anda tidak memperhatikan drive array, besar Peltier pendinginan rigs dan / atau amazingly overclocked CPU,maka kualitas PSU 350W harus lebih dari cukup untuk setiap system. Tambahan kapasitas tidak masalah, namun komputer yang hanya memerlukan 300W PSU tidak akan mampu jika anda memberikan daya sebesar 600W satu.

Pasokan daya sebagai pendekatan batas dan spec stiker di samping mungkin sedikit optimis tentang daya yang diberikan dapat benar-benar menoptimalkan PSU mereka biasanya akan kehilangan tegangan rel. Kebanyakan PC yang sempurna puas dengan sedikit spec tegangan input - 10%, tetapi bila tegangan input sags lebih dari itu, komputer dapat diandalkan.

Rail tegangan juga dapat berubah ketika terjadi kesalahan dengan PSU. Pelengkungan tegangan dapat annoying, tapi bisa lebih parah jika tegangan di atas. Untuk mencegah itu, umumnya menggunakan PSUs "crowbar" sirkuit yang memonitor dan output 5V, jika tidak lebih besar dari sekitar 6,5 volts, hubungan pendek PSU dari masukan untuk meniup sekering-nya. J PSU yang ditiupkan sekering-nya, dan yang berikutnya segera blows sekering anda yang ditaruh di dalamnya juga dapat melakukan hal baik.

Anda dapat memeriksanya dengan sistem pemantauan utilitas pilihan anda, sambil menjalankan perangkat lunak. Hal ini biasanya memberikan tegangan pretty akurat angka, dan selalu berguna jika semua yang ingin anda lakukan adalah melihat apakah tegangan dips banyak ketika anda melakukan sesuatu, tetapi Anda tidak boleh bergantung pada pembacaan sepenuhnya. petunjuk pada perangkat keras pemantauan chip pada motherboard mungkin tidak akurat, atau bahkan akan mengalami perubahan yang signifikan bila anda memperbarui BIOS.

Tegangan yang ditampilkan dalam "PC Health" dalam menu BIOS setup program berasal dari sumber yang sama, tidak lebih akurat dan anda tidak dapat menjalankan perangkat lunak saat memeriksanya.

Untuk mendapatkan angka yang benar-benar akurat, anda harus memasang sebuah tegangan volt atau lebih baik, beberapa di antaranya, suka atau multi-masukan multimeter, sehingga Anda dapat memantau beberapa rails sekaligus.

Sangat mudah untuk mengawasinya pada 5 V (kawat merah) dan 12 V (kabel kuning) jika Anda punya satu cadangan Konektor daya yang dapat Anda sodokan meter probes ke. +3.3V (orange wires) is trickier. 3,3 V (jeruk kawat) adalah trickier. Jika PSU memiliki 6 pin "Aux" steker bahwa anda tidak menggunakan (anda mungkin tidak akan melihatnya, Aux konektor biasanya hanya dilihat pada papan server) maka poked klip kertas menjadi salah satunya, kawat orange pada terminal steker yang akan memberikan pemantauan lokasi 3.3V. Jika tidak, anda harus strip sedikit isolasi di salah satu konektor ATX utama dari orange dan memasang kawat di sana.

Perlu diketahui bahwa di atas kawat warna hanya dihitung jika anda punya standar listrik.. Jika PC Anda adalah milik vendor sebuah Dell, khususnya semua taruhan akan off kawat mengenai lokasi dan warna. Standar PSUs dapat digunakan dalam komputer, tetapi hanya jika Anda ulang konektor kabel.

Catatan, kecuali yang anda bawa adalah plastik khusus PC dan / atau menunjukkan bunch of off-lacquered komponen yang tidak membuat listrik kontak satu sama lain, yang mana chassis dari komputer dan listrik harus earthed. Ini berarti anda dapat membuat negatif multimeter sambungan semua pergi ke setiap bagian dari chassis Logam; anda tidak perlu menjejalkan negatif probes ke drive konektor daya.

READ MORE -

strike freedom

Followers

 

Copyright © 2009 by justice